CARAPANDANG – Pengamat Pendidikan UIN Jakarta, Jejen Musfah mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas tenaga pendidik.
Pasalnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar dalam upaya memenuhi hak anak atas pendidikan yang bermutu agar masa depan peserta didik tidak dikorbankan.
Dia mengatakan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan potensi anak. Karena itu, proses rekrutmen maupun pembinaan guru harus dilakukan secara serius.
"Di tangan guru yang tepat, siswa akan tumbuh menjadi pribadi cerdas dan mampu mengembangkan bakatnya. Sebaliknya, guru yang tidak kompeten dapat merusak masa depan peserta didik,"katanya dalam keterangannya, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya masih ada guru yang mengajar bukan melalui proses seleksi ideal, melainkan sekadar untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah, pemerintah daerah, maupun yayasan pendidikan.
Maka itu, dirinya meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas guru. Menurutnya, tenaga pendidik yang tidak mampu menjalankan tugas secara profesional atau tidak memiliki kemauan meningkatkan kompetensi perlu dievaluasi, meski konsekuensinya pemerintah harus menyiapkan rekrutmen guru baru.
"Guru adalah kunci kemajuan pendidikan sekaligus kunci kemajuan bangsa,"katanya.