Beranda Kolom Guncangan Energi akibat Ketegangan di TimTeng Berpotensi Ubah Prospek Pasar Global

Guncangan Energi akibat Ketegangan di TimTeng Berpotensi Ubah Prospek Pasar Global

Warga menghadiri unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Qiu Chen)

0
Xinhua

   Patrick Minford, profesor ekonomi terapan di Universitas Cardiff, mengatakan kepada Xinhua bahwa dampak ekonomi paling langsung dari krisis ini akan dirasakan melalui harga energi.

   "Jika harga minyak tetap tinggi, hal itu akan memicu inflasi dan dapat memengaruhi ekspektasi terkait suku bunga," katanya.

   Guncangan energi ini terjadi di waktu yang sangat krusial. Pekan depan akan menjadi pekan yang sibuk bagi bank-bank sentral utama, dengan Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan. Pertemuan-pertemuan ini akan menjadi kesempatan resmi pertama bagi bank-bank sentral utama untuk menilai implikasi ekonomi dari krisis di Timur Tengah.

   Menurut proyeksi Oxford Economics, guncangan energi saat ini dapat mendorong inflasi di Inggris dan zona euro kira-kira dua kali lipat dibandingkan di AS dan Kanada, yang mencerminkan ketergantungan Eropa yang lebih besar pada energi impor.

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan pada 30 April 2019. (Carapandang/Xinhua/Ahmad Halabisaz)

   IMPLIKASI KETIDAKPASTIAN GEOPOLITIK

   Di luar dampak makroekonomi, ketidakpastian geopolitik juga dapat memengaruhi bagaimana pasar keuangan menetapkan harga aset.

   Hisham Farag, profesor keuangan di Universitas Birmingham, mengatakan risiko geopolitik biasanya muncul di pasar melalui premi risiko yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait