CARAPANDANG - Setidaknya empat orang tewas dalam serangan rudal dan drone Rusia yang berlangsung semalaman di Ukraina. Serangan terjadi di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Presiden Volodymyr Zelenskyy mempertimbangkan untuk menggelar pemilu dan referendum terkait kesepakatan damai dengan Rusia, di bawah tekanan dari Amerika Serikat.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan 129 drone Rusia teridentifikasi dalam serangan tersebut, dengan 112 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir.
Serangan itu berlangsung hanya dua pekan menjelang peringatan empat tahun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari mendatang.
Laporan dari Financial Times edisi Rabu (11/2/2026) menyebutkan bahwa Ukraina tengah menyusun rencana penyelenggaraan pemilu presiden dan referendum paket perdamaian, yang kemungkinan digelar paling cepat Mei mendatang.
Langkah itu disebut sebagai respons terhadap desakan Washington yang menginginkan perang segera berakhir, bahkan jika harus disertai konsesi besar dari pihak Ukraina.
Rencana tersebut menandai pergeseran sikap dari pernyataan Zelenskyy sebelumnya yang menilai pemilu tidak mungkin atau setidaknya tidak praktis digelar di tengah perang aktif, mengingat banyak warga mengungsi atau bertugas di medan perang.
Meski demikian, FT melaporkan bahwa implementasi rencana itu masih bergantung pada perkembangan negosiasi dengan Rusia.
Hingga kini, Moskwa belum menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan tuntutan maksimalisnya.