CARAPANDANG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan pemerintah akan segera mencairkan tambahan dana tunggu hunian bagi 21.193 kepala keluarga (KK) korban bencana di Sumatera yang masih tinggal di tenda pengungsian.
Pernyataan tersebut disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
“Yang masih ada tinggal tenda-tenda, itu ada 21.193 KK. Ini menjadi sasaran agar dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka bisa dipindahkan ke hunian sementara, atau mereka bisa juga menambah dana tunggu hunian,” jelas Suharyanto mengutip Kumparan, Rabu (11/2/2026).
Saat ini, dana tunggu hunian senilai Rp1,8 juta per KK telah diberikan kepada pengungsi yang tinggal di luar tenda, seperti di gedung pemerintah, rumah ibadah, maupun lokasi pengungsian mandiri. Dana tersebut telah disalurkan untuk periode Desember 2025, Januari, dan Februari 2026.
Suharyanto menambahkan, apabila hunian tetap (huntap) belum rampung hingga akhir Februari, pemerintah akan menambah dana tunggu hunian untuk tiga bulan berikutnya.
BNPB mencatat jumlah pengungsi terus menunjukkan penurunan signifikan. Pada puncak pengungsian 8 Desember 2025, tercatat 1.057.482 jiwa. Per 10 Februari 2026, jumlah tersebut menyusut 95,51 persen menjadi 47.462 jiwa.