"Hal itu menghidupkan kembali dinamika 'war trade' yang sudah akrab sejak awal konflik. Harga minyak mentah naik, yang mendorong ekspektasi inflasi dan menaikkan imbal hasil obligasi serta dolar AS." Imbuhnya.
Indeks dolar AS menguat lagi sehingga membuat emas yang dikonversi dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sehingga membuat emas yang tidak menawarkan imbal hasil kurang menarik. dilansir cnbcindonesia.com