"Kami sepakat untuk mendorong kerja sama substantif di bidang industri pertahanan dan pembangunan kapasitas personel, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas industri pertahanan dalam negeri.
Selain itu, kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama dalam misi kemanusiaan, khususnya penanggulangan bencana.
Seluruh poin kerja sama tersebut dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tertutup di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, yang direncanakan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama pertahanan oleh kedua menteri.