Di balik segelas kopi yang disajikan, Cotti Coffee memadukan biji kopi Arabika dari berbagai daerah penghasil kopi dunia, termasuk Ethiopia, Brasil, Kolombia, Guatemala dan Yunnan di China, sebagaimana dijelaskan di laman situs resmi perusahaan itu.
Foto menunjukkan suasana di gerai kopi asal China, Cotti Coffee, di Jakarta pada 3 Juli 2026. (Xinhua/Indalia Jayadinata)
Perpaduan tersebut kemudian diolah menjadi sejumlah profil sangrai, di antaranya Platinum Specialty dengan karakter medium roast bercita rasa floral dan fruity, serta Gold Roast yang menonjolkan cita rasa dark roast, karamel, dan cokelat hitam.
Aldo (24), seorang pelanggan yang ditemui di salah satu gerai Cotti Coffee, mengaku mulai menyukai kopi dengan karakter fruity dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, rasa kopi seperti itu lebih ringan dan mudah dinikmati dibandingkan kopi yang terlalu pahit. "Kalau dulu, saya lebih sering minum kopi susu atau kopi yang rasanya kuat, sekarang lebih suka yang ada aroma buahnya. Rasanya lebih segar dan tidak terlalu pahit di lidah," ujarnya kepada Xinhua.