Dia menyebutkan sebagai langkah mitigasi perlu adanya surveilans guna penemuan kasus sedini mungkin guna kesiapsiagaan menghadapi wabah. Surveilans, katanya, perlu dilakukan dengan pendekatan One Health, yakni kolaborasi antara sektor-sektor yang menangani manusia, hewan, dan lingkungan.
"Kemudian tantangannya kita tahu bahwa penemuan ini masih sporadis, jadi data epidemiologis yang kita miliki sangat terbatas terkait dengan virus Nipah ini," ujarnya.
Selain itu kapasitas diagnostik laboratorium masih belum merata, dan kesadaran publik terkait virus ini masih harus ditingkatkan.
"Nah, arah penelitian ke depan tentunya kita akan melakukan pemetaan distribusi virus Nipah ini di Indonesia, juga studi ekologi dari reservoir, dan juga melakukan analisis genomik untuk memahami evolusi dan transmisi dari virus itu," ujar Indi.