Bahkan Bursa Kuwait sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya pada Senin dan Selasa.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyarankan para investor untuk mengurangi posisi portofolio dan memperbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu.
Menurutnya, energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi volatilitas tinggi.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan intervensi di pasar melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar dan merespons secara tepat, termasuk memastikan rupiah bergerak sesuai fundamentalnya," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam pernyataannya yang dikutip Antaranews, Senin (2/3/2026).
Para pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi periode Februari 2026 dan neraca perdagangan periode Januari 2026 yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan pasar ke depan .