Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau para investor untuk tetap rasional dan memperhatikan aspek fundamental dalam mengambil keputusan investasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental," ujar Jeffrey mengutip Antaranews, Senin (2/3/2026).
Ia juga mengingatkan para investor untuk menyesuaikan strategi investasi dengan tingkat toleransi risiko masing-masing di tengah gejolak pasar saat ini.
"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor," kata Jeffrey.
Konflik di Timur Tengah mencapai eskalasi baru setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk kompleks militer dan fasilitas yang diduga terkait program rudal serta nuklir Teheran, dalam operasi yang diberi kode Operation Epic Fury.
Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke sejumlah negara yang menjadi basis pasukan AS atau sekutunya di kawasan Teluk.
Akibat eskalasi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi dibuka melemah 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,31, mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia.