Beranda Berita Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Ribuan Warga Demak Mengungsi Akibat Banjir

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Ribuan Warga Demak Mengungsi Akibat Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi mencapai 2.839 jiwa per Sabtu (4/4) pagi, naik signifikan dari data awal 583 jiwa.

0
Proses Evakuasi korban banjir luapan Sungai Tuntang (Antara)

CARAPANDANG - Bencana banjir melawan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga titik pada Jumat (3/4) siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi mencapai 2.839 jiwa per Sabtu (4/4) pagi, naik signifikan dari data awal 583 jiwa.

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyatakan banjir dipicu hujan intensitas tinggi di wilayah hulu yang meningkatkan debit air secara drastis.

Tekanan air menyebabkan tanggul tidak mampu menahan aliran, mengakibatkan jebolnya tanggul di Dukuh Solondoko (lebar 30 meter), Dukuh Solowere (10 meter), dan Desa Sidoharjo (15 meter).

"Air meluap ke permukiman warga. Ketinggian genangan di Desa Trimulyo dan Desa Ploso mencapai 100-150 sentimeter, mengakibatkan akses jalan desa tidak bisa dilalui kendaraan kecil," ujar Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono mengutip Kompas, Sabtu (4/4/2026).

Berdasarkan kaji cepat BPBD, banjir merendam delapan desa di empat kecamatan:

· Kecamatan Guntur: Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, Sumberejo

· Kecamatan Karangtengah: Desa Ploso

· Kecamatan Wonosalam: Desa Lempuyang

· Kecamatan Kebonagung: Desa Solowire dan Sarimulyo 

Data sementara mencatat 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak. Sebanyak 1.230 unit rumah terendam, dengan empat unit mengalami rusak berat.

Fasilitas umum yang terdampak meliputi 10 unit fasilitas pendidikan, 15 tempat ibadah, serta 194 hektare lahan sawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait