Beranda Berita Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Ribuan Warga Demak Mengungsi Akibat Banjir

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Ribuan Warga Demak Mengungsi Akibat Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi mencapai 2.839 jiwa per Sabtu (4/4) pagi, naik signifikan dari data awal 583 jiwa.

0
Proses Evakuasi korban banjir luapan Sungai Tuntang (Antara)

Proses evakuasi masih terus berlangsung, terutama di wilayah Desa Trimulyo yang terdampak paling parah.

Para pengungsi tersebar di sejumlah titik, antara lain Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko (200 jiwa), Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere (500 jiwa), Kantor Kecamatan Guntur (119 jiwa), serta sejumlah balai desa, mushola, dan rumah warga.

Satu orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian petugas gabungan.

Beberapa pengungsi dilaporkan dalam kondisi sakit dan telah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan setempat.

Di Dukuh Solowire, arus listrik masih padam. Satu unit alat berat dikerahkan di titik tanggul yang jebol untuk membantu proses evakuasi dan penguatan tanggul darurat.

Pemerintah Kabupaten Demak tengah memproses penetapan status tanggap darurat untuk mempercepat distribusi bantuan. Meskipun Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tengah menangani bencana gempa bumi magnitudo 7,6 di Manado, ia telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan.

Prioritas utama lainnya adalah penguatan tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang guna mencegah meluasnya bencana.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi tanggul yang masih rentan dan debit air hulu yang masih fluktuatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait