CARAPANDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melaporkan sebanyak 657 unit rumah terendam banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Sabtu (9/5/2026). Sekitar 2.985 jiwa terdampak akibat luapan air yang terjadi di 15 titik lokasi.
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan banjir terparah terjadi di Kelurahan Kambu, dengan 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah terendam.
Di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, banjir merendam 153 unit rumah yang tersebar di lima RT akibat luapan Sungai Wanggu.
Sementara itu, di Kelurahan Baruga terdapat 23 unit rumah terendam di wilayah RT 7, RT 8, dan RT 19.
"Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik pengungsian," ujar Cornelius dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026) malam.
Banjir juga melanda Kelurahan Poasia dengan 109 rumah terendam di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru, serta Kelurahan Wua-Wua yang merendam puluhan rumah di sembilan RT dan 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi, Lorong Veteran.
Selain itu, banjir melanda sejumlah titik di Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli.
Selain permukiman warga, lahan pertanian sawah seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga juga rusak, begitu pula sejumlah ruas jalan di Kota Kendari.