CARAPANDANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan memberikan sanksi kepada pejabat di lingkungan Kementerian ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait atas insiden ledakan pipa gas yang menyebabkan hilangnya produksi minyak di Blok Rokan, Riau.
“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait,” tegas Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026) mengutip Antaranews.
Insiden ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) tersebut telah mengakibatkan potensi kehilangan produksi minyak sekitar 2 juta barel di awal tahun.
Selain dampak ekonomi, ledakan yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) dan kembali berulang pada Jumat (9/1/2026) itu juga menimbulkan korban luka serta kerusakan aset.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, melaporkan bahwa aliran gas di Rokan saat ini telah berangsur pulih. Pemulihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati pascakedua kejadian ledakan.
“Sudah mulai mengalir dari beberapa hari yang lalu, tapi alirannya kami tambahkan secara bertahap. Tidak langsung maksimal, kami tahan. Sudah dua kali meledak, jadi kami jaga,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (21/1/2026).
Penahanan aliran sementara ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, meskipun berdampak pada produksi minyak.