Beranda Internasional AS Luncurkan "Project Freedom" di Selat Hormuz, Iran Ancam Akan Serang

AS Luncurkan "Project Freedom" di Selat Hormuz, Iran Ancam Akan Serang

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur, kapal perusak berpemandu rudal, platform tanpa awak, serta sekitar 15.000 personel untuk mendukung misi yang dipimpin Presiden Donald Trump ini.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Amerika Serikat secara resmi meluncurkan operasi militer bernama "Project Freedom" di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026) untuk membimbing kapal-kapal dagang netral yang terjebak akibat blokade Iran, sebuah langkah yang langsung mendapatkan respons keras dari Tehran yang mengancam akan menyerang pasukan asing yang memasuki jalur perairan strategis tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur, kapal perusak berpemandu rudal, platform tanpa awak, serta sekitar 15.000 personel untuk mendukung misi yang dipimpin Presiden Donald Trump ini.

Operasi tersebut diklaim sebagai tindakan kemanusiaan untuk mengevakuasi sekitar 20.000 pelaut yang terjebak serta membuka jalur perdagangan minyak dunia.

"Kami akan membimbing kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas melanjutkan bisnis mereka," tulis Trump di Truth Social, Minggu (3/5/2026), seraya memperingatkan bahwa setiap gangguan akan ditangani dengan tegas.

Meskipun Trump mengklaim ada diskusi yang sangat positif dengan Iran melalui perantara Pakistan, Tehran dengan cepat menolak inisiatif tersebut.

Kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait