Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat juga telah menanggapi masalah ATS tersebut.
Dia mengatakan tantangan pendidikan di Jakarta Utara masih cukup besar, terutama tingginya jumlah anak tidak sekolah, sehingga membutuhkan perhatian serius dan kerja bersama lintas sektor.
Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara menekankan sejumlah langkah strategis dalam menangani permasalahan anak tidak sekolah, mulai dari penguatan sinergi lintas sektor, pemutakhiran dan verifikasi data anak tidak sekolah secara akurat, optimalisasi peran Bunda PAUD dan masyarakat, hingga pendekatan kolaboratif dan persuasif agar anak kembali bersekolah.
“Serta penguatan komitmen bersama melalui langkah konkret dan berkelanjutan,” ungkap Hendra.