CARAPANDANG – Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin menilai bahwa Iran sangat sulit ditaklukan oleh Amerika Serikat.
Menurutnya berbagai pernyataan damai maupun ultimatum yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump hanya sebagai strategi komunikasi untuk “menyelamatkan muka”.
Hamid mengatakan bahwa kondisi seperti ini berpotensi mengulang pola lama seperti yang terjadi dalam perang Amerika di berbagai negara.
Dia menjelaskan alasan Iran sulit ditaklukan oleh AS, sebab Iran memiliki kombinasi kekuatan yakni semangat nasionalisme rakyat dan dorongan ideologis yang kuat. Bahkan, serangan yang terjadi saat momentum keagamaan justru memperkuat perlawanan masyarakat Iran.
“Bukan hanya pemerintahnya, warga negaranya juga punya semangat melawan Amerika dan Israel. Ini gabungan nasionalisme dan ideologis,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Dia menuturkan bahwa sejarah telah menunjukan AS kerap mengalami kesulitan saat berhadapan dengan pihak yang memiliki daya juang tinggi.
Dia mencontohkan, misalnya dalam Perang Vietnam dan Perang Korea, kekuatan teknologi militer yang dimiliki AS tidak bisa menjamin kemenangan.