Beranda Umum Alasan Ribuan SPPG Ditutup Sementara

Alasan Ribuan SPPG Ditutup Sementara

mulai dari menu yang diproduksi menyebabkan kejadian menonjol seperti gangguan pencernaan, diare, dan muntah-muntah; menu tidak sesuai bujet belanja bahan baku

0
SPPG

CARAPANDANG - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan, hingga Mei 2026, sudah pernah menutup sementara atau suspend ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah di Indonesia semenjak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai pada Januari 2025.

Keputusan tersebut diambil didasarkan pada berbagai masukan dari masyarakat, termasuk masukan dari para pejabat di daerah, hasil inspeksi mendadak (sidak), serta pemantauan atas peristiwa kejadian menonjol yang dialami para penerima manfaat MBG.

"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend," kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang dalam pernyataannya pada Minggu (31/5).

Di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatra, dari 5.968 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 148 SPPG terkena suspend. Sebanyak 10 SPPG kena suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 138 SPPG kena suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi.

Sementara itu sebanyak 610 SPPG yang semula kena suspend di wilayah tersebut sudah beroperasi kembali. Maka, dari wilayah I, total sebanyak 758 SPPG telah kena suspend.

Di Wilayah II yang mencakup Pulau Jawa, dari 16.594 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 1.666 SPPG yang masih dalam suspend.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait