CARAPANDANG – Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan bahwa masa reses anggota DPR memiliki peran strategis sebagai jembatan antara parlemen dan masyarakat.
Maka itu, Ujang mengingatkan kepada seluruh anggota DPR memanfaatkan masa reses tersebut agar semakin dekat dengan rakyat serta menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Jika ini dilakukan maka masa reses tidak hanya sekadar menjadi agenda formal.
Ujang menjelaskan, secara prosedural pelaksanaan reses telah berjalan dengan berbagai mekanisme, seperti pertemuan tatap muka dan dialog bersama masyarakat. Namun yang lebih penting adalah mengukur sejauh mana aspirasi yang diserap benar-benar diwujudkan menjadi kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Yang harus perlu didalami adalah menurut saya apakah persoalan-persoalan ke masyarakat itu tuntas selesai? Menyerap aspirasi bahkan menjemput asuransi itu betul-betul kemanfaatannya itu dirasakan oleh publik?” kata Ujang dalam diskusi KWP bertajuk "Reses, Jembatan Aspirasi Rakyat: Fondasi Kebijakan Berkeadilan" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.