Beranda Kesehatan Ahli kemukakan Hiking Bisa Picu Hipertensi Paru Bagi Pasien Berisiko

Ahli kemukakan Hiking Bisa Picu Hipertensi Paru Bagi Pasien Berisiko

Hipertensi paru tak begitu saja dialami secara umum bagi individu yang gemar hiking, pasien yang berisiko yakni dengan kondisi penyakit jantung bawaan

0
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencegahan dan Rehabilitasi Kardiovaskular Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) dr. dr. Hary Sakti Muliawan, Ph.D., Sp.JP, Subsp.PRKv.(K)

Pasien dengan risiko tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan untuk memastikan kapasitas fisik dan menentukan aktivitas fisik yang tepat.

“Kita periksa dulu kapasitas fisiknya sebesar apa, biasanya kita ada hitungan yang kita turunkan dari kapasitas maksimal kita turunkan 80 persen sehingga dia bisa (olahraga),” ujarnya.

Dia menyarankan agar pasien dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung atau paru di rumah sakit dengan fasilitas yang mumpuni untuk mengetahui intensitas olahraga yang tepat.

Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, lanjut dia, tidak secara merata semua masyarakat dapat terkena hipertensi paru, penyakit ini dapat terjadi pada masyarakat yang berisiko.

“Tapi lagi-lagi ini sifatnya genetik ya, jadi ada beberapa orang yang memang punya kerentanan terhadap genetik tersebut, maka tinggal di ketinggian itu hanya menjadi pencetus hipertensi paru. Tidak otomatis semua yang tinggal di ketinggian itu akan terjadi hipertensi paru, tidak juga,” tegasnya.

Kemudian untuk perokok aktif, menurutnya hipertensi dapat terjadi yang disebabkan penyakit atau gangguan paru yang berat lalu kemudian berkembang menjadi hipertensi paru alias menjadi penyakit sekunder.

Hipertensi paru merupakan gangguan berupa tekanan darah tinggi yang terjadi pada pembuluh darah atau arteri paru yang menyebabkan jantung kanan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait