CARAPANDANG - Tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden AS Donald Trump melonjak ke rekor tertinggi. Sebanyak 62 persen warga Amerika Serikat menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menjalankan pemerintahannya, menurut jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC News-Ipsos yang dirilis pada Minggu (3/5/2026).
Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang masa jabatan Trump, baik di periode pertama maupun kedua.
Survei yang dilakukan terhadap 2.560 orang dewasa AS pada 24-28 April 2026 tersebut juga mencatat tingkat persetujuan (approval rating) Trump hanya berada di 37 persen, sedikit menurun dari 39 persen pada Februari lalu.
Krisis biaya hidup dan inflasi menjadi titik terlemah Trump. Survei menunjukkan 76 persen responden tidak menyetujui cara Trump menangani masalah biaya hidup, sementara hanya 23 persang yang menyatakan setuju. Adapun terkait inflasi, 72 persen memberikan penilaian tidak puas dan hanya 27 persen yang puas.
Secara lebih luas, 65 persen warga AS menolak kinerja Trump di bidang ekonomi secara umum, sementara hanya 34 persen yang mendukung. Angka ini mencatat penurunan signifikan hingga tujuh poin sejak Februari lalu.
Publik juga memberikan penilaian buruk terhadap kebijakan luar negeri Trump, khususnya terkait konflik dengan Iran. Sebanyak 66 persen responden tidak menyetujui pendekatan Trump dalam menangani perang Iran, sementara hanya 33 persen yang mendukung.