CARAPANDANG.COM, TOKYO -- Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada Rabu (29/7) mengatakan bahwa tiga orang telah dipastikan tewas setelah sebuah ledakan mengguncang sebuah mal di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pascagempa bumi dahsyat.
Berbicara dalam pertemuan di markas besar tanggap darurat bencana pemerintah, Takaichi mengatakan bahwa masih ada banyak orang lain yang terjebak di dalam AEON Mall Kumamoto, sebuah kompleks perbelanjaan besar di Kota Kashima.
Takaichi juga mengatakan bahwa beberapa orang masih hilang setelah runtuhnya cerobong asap di pabrik Nippon Paper di Kota Yatsushiro, dengan operasi penyelamatan intensif terus berlanjut di kedua lokasi.
Lebih dari 20 jam telah berlalu sejak gempa bumi terjadi, tetapi masih ada orang yang menunggu untuk diselamatkan, imbuhnya.
Takaichi mengatakan sekitar 450 pusat evakuasi telah dibuka dan sekitar 7.700 orang berlindung di sana, sementara cuaca panas diperkirakan akan berlanjut dan evakuasi kemungkinan akan berlangsung lama.
Dia mengatakan bahwa Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) Jepang telah semakin memperluas pengerahannya, dengan sekitar 4.600 personel saat ini terlibat dalam penanggulangan bencana, sementara kekuatan polisi telah ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 petugas.