SHARE

istimewa

CARAPANDANG - Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (Sekjen GGN) Mr. Guy Martini mulai melakukan asistensi lokasi lokasi yang diusulkan menjadi Geopark Gorontalo. Sejumlah situs geologi, sejarah, budaya akan ditinjau untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah provinsi.

Kunjungan yang bertajuk “advisory mission” bertujuan untuk menilai apakah status Aspiring Geopark Gorontalo layak ditetapkan menjadi Geopark Nasional di bawah pengawasan UNESCO. Jika itu bisa dilakukan maka pengelolaan taman bumi tersebut menjadi perhatian nasional dan dunia untuk konservasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Saya datang ke sini atas undangan Bappenas terkait dengan Aspiring Gorontalo Geopark untuk menganalisis situasi, melihat apa yang saya tau kaitannya dengan Gorontalo sebagai kandidat Geopark Global,” kata pria asal Perancis itu dengan Bahasa Inggris.

Mr. Guy Martini dan Asistennya Daniela beserta tim dari Bappenas tiba di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Jumat (7/7/2023). Kunjungan diawali ke Rumah Karawo. Kain khas tradisional Gorontalo itu dipandang sebagai warisan budaya tak benda daerah yang layak dilestarikan.

Kesulitan dalam proses pembuatan karawo mulai dari menggambar motif, mengiris, mencabut benang, menenun dinilai unik. Terlebih semua prosesnya dilakukan dengan tangan tanpa bantuan mesin.

Selanjutnya rombongan bergerak ke Benteng Otanaha. Situs bersejarah peninggalan Portugis sekitar abad ke-XV itu menarik perhatian Martini. Didampingi tim dari Geopark Gorontalo dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Martini mendapatkan penjelasan seputar asal usul dan sejarah Benteng Otanaha.

“Ini menjadi situs yang penting karena usianya dibangun sekitar tahun 1500-an. Dari sisi desain arsitektur dan bahan pembuatan juga cukup baik, jadi saya pikir ini sangat baik untuk masa depan Geopark anda,” bebernya.

Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (Sekjen GGN) Mr. Guy Martini mulai melakukan asistensi lokasi lokasi yang diusulkan menjadi Geopark Gorontalo. Sejumlah situs geologi, sejarah, budaya akan ditinjau untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah provinsi.

Kunjungan yang bertajuk “advisory mission” bertujuan untuk menilai apakah status Aspiring Geopark Gorontalo layak ditetapkan menjadi Geopark Nasional di bawah pengawasan UNESCO. Jika itu bisa dilakukan maka pengelolaan taman bumi tersebut menjadi perhatian nasional dan dunia untuk konservasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Saya datang ke sini atas undangan Bappenas terkait dengan Aspiring Gorontalo Geopark untuk menganalisis situasi, melihat apa yang saya tau kaitannya dengan Gorontalo sebagai kandidat Geopark Global,” kata pria asal Perancis itu dengan Bahasa Inggris.

Mr. Guy Martini dan Asistennya Daniela beserta tim dari Bappenas tiba di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Jumat (7/7/2023). Kunjungan diawali ke Rumah Karawo. Kain khas tradisional Gorontalo itu dipandang sebagai warisan budaya tak benda daerah yang layak dilestarikan.

Kesulitan dalam proses pembuatan karawo mulai dari menggambar motif, mengiris, mencabut benang, menenun dinilai unik. Terlebih semua prosesnya dilakukan dengan tangan tanpa bantuan mesin.

Selanjutnya rombongan bergerak ke Benteng Otanaha. Situs bersejarah peninggalan Portugis sekitar abad ke-XV itu menarik perhatian Martini. Didampingi tim dari Geopark Gorontalo dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Martini mendapatkan penjelasan seputar asal usul dan sejarah Benteng Otanaha.

“Ini menjadi situs yang penting karena usianya dibangun sekitar tahun 1500-an. Dari sisi desain arsitektur dan bahan pembuatan juga cukup baik, jadi saya pikir ini sangat baik untuk masa depan Geopark anda,” bebernya.

Kehadiran Martini dan tim rencananya akan berlangsung hingga tanggal 13 Juli 2023. Selain benteng Otanaha, ia juga akan berkunjung ke Hiu paus, taman laut Olele, batu gamping di Biluhu Timur.

Kota tua di Kota Gorontalo juga akan dieksplorasi termasuk geosite Oluhuta, Lombongo serta granodiorit dan batu gamping merah di Kabupaten Boalemo. Batu gamping merah menjadi salah satu situs geologi penting termasuk geotermal Pentadio Resort dan kawasan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo.

Kehadiran Martini dan tim rencananya akan berlangsung hingga tanggal 13 Juli 2023. Selain benteng Otanaha, ia juga akan berkunjung ke Hiu paus, taman laut Olele, batu gamping di Biluhu Timur.

Kota tua di Kota Gorontalo juga akan dieksplorasi termasuk geosite Oluhuta, Lombongo serta granodiorit dan batu gamping merah di Kabupaten Boalemo. Batu gamping merah menjadi salah satu situs geologi penting termasuk geotermal Pentadio Resort dan kawasan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo. dilansir gorontaloprov.go.id



Tags
SHARE