CARAPANDANG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketahanan pangan nasional tidak bergantung pada impor dari kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan menanggapi situasi geopolitik yang memanas di kawasan tersebut belakangan ini.
Mengutip laporan Antaranews, Zulhas menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor pangan apa pun dari negara-negara Timur Tengah. Dengan demikian, konflik yang terjadi di kawasan itu tidak berdampak langsung terhadap pasokan dan harga pangan dalam negeri.
"Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita. Karena kita tidak ada impor apapun dari Timur Tengah soal makanan," tegas Zulhas.
Menurut Zulhas, sebagian besar kebutuhan pangan nasional dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan global melalui penguatan program swasembada pangan.
"Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta ton. Jadi Insya Allah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri," ujarnya saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu seperti dikutip Antaranews.
Zulhas menambahkan bahwa meskipun ada komoditas tertentu yang sempat mengalami kenaikan harga seperti cabai dan telur, kondisi tersebut masih dalam batas harga acuan dan cenderung terkendali.