"Orangtua Gen X mendukung individualitas anak dan kebebasan mereka dalam mengambil keputusan. Mereka juga mendorong anak untuk lebih mandiri dan berani mencoba hal-hal baru," ujar Holly Schiff, PsyD, psikolog klinis berlisensi, dikutip dari Parents.
2. Milenial lebih fleksibel dan mengutamakan pola asuh positif
Berbeda dengan Gen X, orangtua Milenial (lahir pada tahun 1981–1996) cenderung tidak terpaku pada satu gaya parenting tertentu. Mereka lebih terbuka untuk mempelajari berbagai metode pengasuhan dan memilih pendekatan yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan anak.
Generasi ini juga tumbuh bersama internet dan media sosial sehingga lebih mudah mengakses informasi mengenai parenting. Tak sedikit orangtua Milenial yang mencari referensi pola asuh dari buku, podcast, hingga komunitas parenting di media sosial.
Selain mengajarkan kemandirian, Milenial juga lebih banyak membahas kecerdasan emosional, pengembangan diri, dan pentingnya mengenali identitas diri sejak kecil. Mereka ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri sekaligus memiliki keseimbangan antara prestasi dan kebahagiaan.
"Orangtua Milenial telah menciptakan generasi anak-anak yang lebih memiliki kesadaran diri, yaitu generasi yang nantinya akan menjadi orangtua Gen Z dalam dekade berikutnya," kata Amelia Kelley, PhD, terapis dan penulis buku Gaslighting Recovery for Women, dikutip dari Parents.