WHO, bersama dengan para pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) dan mitra lainnya, mengadakan pertemuan pada Rabu dengan sejumlah pemimpin Kongo dan mitra penanggulangan di Kinshasa.
Pertemuan tersebut menyoroti perlunya terus melindungi dan mendukung petugas kesehatan dan pekerja komunitas di garda terdepan, termasuk dengan menyediakan peralatan pelindung diri yang memadai dan memberikan kompensasi atas pekerjaan mereka.
Ghebreyesus mengatakan WHO akan terus bekerja sama dengan pemerintah Kongo, CDC Afrika, dan mitra lainnya untuk memastikan bahwa respons tersebut sesuai dengan skala dan urgensi keadaan darurat.
Menurut CDC Africa, rencana aksi tanggap dan kesiapan menghadapi wabah Ebola di benua Afrika membutuhkan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Direktur Jenderal CDC Africa, Jean Kaseya, mengatakan bahwa lebih dari 420 juta dolar AS telah dimobilisasi untuk menahan wabah tersebut.
Dia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan pemerintah Kongo, para mitra sedang mengintensifkan deteksi dini, pelacakan kontak, akses ke perawatan berkualitas, dan keterlibatan dengan masyarakat.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa pihak berwenang Kongo pada Rabu (5/8) mencegat satu kapal yang membawa sekitar 200 orang menuju ibu kota Kinshasa menyusul kematian mencurigakan yang berpotensi terkait dengan virus Ebola.