“Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” ucapnya.
Elzadaswarman berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Kota Payakumbuh.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga pada momentum lainnya. Jika solidaritas ini terus terjaga, tentu akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang diinisiasi oleh pengurus masjid bersama jamaah.
“Kami dari Kementerian Agama sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kepedulian terhadap fakir miskin dan duafa merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan yang harus terus dijaga dan diperkuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas umat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
“Masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Dari masjid lahir berbagai kegiatan yang mampu memperkuat kebersamaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.