Oleh karena itu, Nezar mengajak para dosen pengampu MKWK UPNVJ untuk menerapkan tiga langkah strategis dalam menghadapi perkembangan AI generatif yang terdiri dari reorientasi pedagogi, memperkuat literasi AI berbasis nilai, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Khusus penguatan literasi AI berbasis nilai, menurutnya harus dilakukan untuk memastikan para mahasiswa memahami karakteristik teknologi tersebut sekaligus menyadari dampaknya terhadap kedaulatan digital bangsa.
“Kita harus pastikan bahwa mahasiswa memahami cara kerja AI, bias dan keterbatasan AI, sekaligus menautkannya dengan wawasan kebangsaan dan kesadaran akan kedaulatan digital bangsa,” imbuhnya.
Untuk langkah kolaborasi lintas sektor, Nezar menilai kolaborasi tidak hanya dilakukan oleh antar perguruan tinggi tapi juga dengan pemerintahan agar para mahasiswa tidak sebatas menjadi objek transformasi digital, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam membentuk kebijakan dan etika AI Indonesia.