"Penertiban praktik spekulatif, pemerintah tidak mentolerir saham gorengan manipulatif (yang) merusak kredibilitas pasar modal," tegas Airlangga.
Demutualisasi BEI Tingkatkan Transparansi
Selain itu, berbagai upaya akan dijalankan pemerintah untuk menata kembali pasar modal Indonesia. Misalnya dengan demutualisasi atau proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB), menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki oleh publik atau pihak lain. Ini sejalan dengan permintaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan pasar modal demutualisasi bursa, dengan kenaikan free float ke publik, bursa menjadi transparan," sebutnya.
Airlangga menegaskan langkah ini diperlukan agar Pasar Modal RI kembali dipercaya investor. Dengan upaya ini, arus modal asing diharapkan akan kembali dan datang sehingga ujungnya pasar modal RI bisa berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi serta lapangan pekerjaan.
"Penyalahgunaan berpengaruh kepada kepercayaan modal asing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Instruksi Presiden Prabowo
Airlangga juga menyampaikan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, setelah beberapa petinggi OJK dan Dirut BEI mundur berbarengan.