Di sisi lain, kekhawatiran muncul di dalam pemerintahan bahwa serangan militer dapat berbalik merugikan dan justru melemahkan gelombang protes. Kekhawatiran itu, menurut para pejabat, adalah bahwa serangan dapat memiliki efek tidak diinginkan berupa menyatukan rakyat Iran untuk mendukung pemerintah, atau memicu Iran membalas dengan kekuatan militer sendiri.
Opsi Lain di Luar Serangan Langsung
Trump juga mempertimbangkan sejumlah opsi yang dimaksudkan untuk menargetkan rezim Iran tanpa melalui serangan militer langsung. Opsi-opsi tersebut meliputi operasi siber yang menyasar target militer atau rezim Iran, langkah yang dapat mengganggu upaya pembatasan informasi terhadap protes. Opsi lain adalah sanksi baru terhadap tokoh-tokoh rezim atau sektor ekonomi Iran seperti energi atau perbankan.
Administrasi juga telah mengeksplorasi penyediaan teknologi seperti Starlink untuk meningkatkan konektivitas internet di Iran, membantu pengunjuk rasa mengelak dari blackout informasi. Trump mengatakan kemungkinan akan menghubungi Elon Musk, pemilik Starlink, setelah kembali ke Washington dari Florida.
Peringatan Keras dari Iran dan Ancaman Balasan
Tehran telah mengeluarkan peringatan keras. Ketua Parlemen Iran yang garis keras, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan bahwa Iran akan memperlakukan pangkalan militer dan komersial AS sebagai target pembalasan jika Washington turut campur secara militer dalam kerusuhan di Iran.