Meskipun bersikap keras terhadap AS dan Israel, Presiden Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang selama ini menjadi korban serangan rudal dan drone Iran.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menembaki negara-negara kawasan kecuali jika serangan diluncurkan dari wilayah mereka.
"Kami meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dalam pidato yang sama.
Sementara retorika politik memanas, pertempuran di darat dan udara terus berlanjut. Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan gelombang serangan baru yang melibatkan lebih dari 80 jet tempur.
Target serangan meliputi infrastruktur militer di Tehran dan wilayah lain di Iran tengah, termasuk akademi militer, pusat komando bawah tanah, dan fasilitas penyimpanan rudal.
Laporan dari Tehran menggambarkan situasi yang mencekam. Kepulan asap tebal terlihat membubung di atas Bandara Internasional Mehrabad setelah serangan udara sebelum fajar memicu kebakaran di beberapa bagian kompleks bandara. Ledakan juga dilaporkan terdengar di beberapa wilayah ibu kota Iran.
Konflik yang dipicu oleh serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah meluas secara signifikan.
Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone tidak hanya ke wilayah Israel, tetapi juga ke sejumlah pangkalan dan aset AS di negara-negara Teluk.