Meski demikian, The Fed justru merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dari 2,3 persen menjadi 2,4 persen. Tingkat pengangguran diprediksi stabil di angka 4,4 persen
"Kami memiliki tingkat pengangguran yang benar-benar dekat dengan normal jangka panjang, dan inflasi yang sekitar satu poin persentase di atas target," jelas Powell, seraya menambahkan bahwa istilah stagflasi seharusnya disediakan untuk situasi yang jauh lebih serius.
Pernyataan Powell ini kontras dengan peringatan dari peraih Nobel Ekonomi Joseph Stiglitz. Dalam wawancara dengan AFP, Stiglitz menilai risiko stagflasi di AS saat ini cukup tinggi.
Menurutnya, ekonomi AS sudah mendekati kondisi stagflasi bahkan sebelum perang terjadi, ditandai dengan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja dan kenaikan pengangguran di tengah inflasi yang masih tinggi.
"Indikator pertumbuhan lambat sudah terlihat sebelum perang, dan konflik ini justru mendorong kita melewati batas," ujar Stiglitz, yang juga menyoroti kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang dinilai dapat semakin memicu inflasi.
Kekhawatiran di pasar terlihat dari aksi jual di obligasi pemerintah AS. Imbal hasil (yield) obligasi bertenor 2 tahun naik signifikan, menciptakan pola "bear-flattening" yang sering diartikan sebagai sinyal kewaspadaan pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi di tengah kebijakan moneter yang ketat.