CARAPANDANG - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menjadi pembicara kunci dalam Kick-off Forum Nuclear Energy Awareness for Indonesia’s Low-carbon Future yang digelar oleh PLN bersama dengan Tony Blair Institute dan Ecanid di Kantor Pusat PLN, Jakarta.
Pada kesempatan ini dia mengatakan selama lebih dari dua dekade berkecimpung di sektor energi, ia konsisten berpandangan bahwa pengembangan energi Indonesia harus bertumpu pada konsep ketahanan energi atau energy resilience.
“Seluruh kebijakan dan implementasi program energi nasional harus diarahkan pada kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energinya, baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis 12 Februari 2026.
Politisi PAN ini menyoroti bahwa Indonesia berada dalam paradoks di mana sebagai negara kaya sumber daya namun masih menghadapi tantangan ketergantungan dan kerentanan pasokan.
Maka itu, dia mengingatkan program transisi energi Indonesia perlu memberi ruang penyesuaian terhadap kebutuhan dan bauran energi, dengan mempertimbangkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, kemampuan, keberlanjutan, dan kehandalan.