Beranda Internasional Teknologi Canggih Dukung Upaya Konservasi Panda di China

Teknologi Canggih Dukung Upaya Konservasi Panda di China

0
Teknologi Canggih Dukung Upaya Konservasi Panda di China

Selain untuk mengetahui di mana panda raksasa liar berada, kini teknologi juga digunakan untuk mengidentifikasi hewan-hewan tersebut secara lebih akurat.

Metode pemantauan lapangan konvensional terutama mengandalkan analisis terhadap panjang dan karakteristik serpihan batang bambu yang ditemukan dalam feses panda raksasa untuk melakukan identifikasi kasar. Di kawasan Tangjiahe di Taman Nasional Panda Raksasa di Sichuan, peningkatan teknologi kini memungkinkan para staf mengumpulkan feses panda liar yang masih segar dan melakukan pengujian DNA untuk mengidentifikasi masing-masing individu panda. Hal ini memungkinkan mereka memperoleh data inti secara akurat, termasuk jenis kelamin, usia, kondisi kesehatan, dan pola aktivitas panda.

Berdasarkan fondasi ini, kawasan tersebut mencatatkan terobosan teknologi lainnya dalam konservasi panda tahun lalu. "Kami telah sepenuhnya meluncurkan teknologi 'pengenalan wajah panda' berbasis kecerdasan buatan (AI)," ujar Xiao Mei, seorang pejabat di kantor administrasi Cagar Alam Nasional Tangjiahe.

Para peneliti melatih model AI tersebut menggunakan data set besar gambar-gambar di lapangan, mengembangkan sebuah sistem pengenalan cerdas yang disesuaikan untuk panda raksasa. Setelah sistem tersebut diisi dengan data pemantauan dari semua kamera inframerah yang terpasang di kawasan itu, sistem dapat secara otomatis membedakan masing-masing panda dalam rekaman tersebut.

Kawasan Tangjiahe kini mengoperasikan sistem pemantauan ganda yang menggabungkan analisis DNA feses dengan teknologi pengenalan wajah panda berbasis AI. Pada 2025, sistem ini mendeteksi total 44 ekor panda raksasa. Sistem ini telah memperjelas besarnya populasi panda liar, karakteristik masing-masing panda, dan rentang aktivitas di kawasan tersebut, sehingga menyediakan data ilmiah untuk mendukung konservasi satwa liar dan pemulihan ekosistem regional.

Para pakar penelitian ekologis dan lingkungan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menyebutkan bahwa alat-alat digital sedang mengubah konservasi panda raksasa dari pendekatan yang "berbasis pengalaman" menjadi pendekatan yang "berbasis data". Dengan teknologi pengenalan gambar berbasis AI, efisiensi pemantauan populasi panda liar dapat ditingkatkan lebih dari 40 persen.

Selain pengenalan wajah untuk panda liar, AI juga siap untuk diterapkan lebih lanjut dalam pemantauan perilaku panda raksasa yang dipelihara di penangkaran. Menurut sebuah makalah yang dipublikasikan pada Februari dalam jurnal internasional Applied Sciences, model DeepPanda yang dikembangkan oleh tim peneliti China dapat secara otomatis mengidentifikasi empat perilaku dasar panda, yakni makan, berjalan, beristirahat, dan minum. Dalam kondisi eksperimental, model tersebut mencapai tingkat akurasi identifikasi sebesar 98,8 persen.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait