CARAPANDANG - Sejumlah sukarelawan asal Belgia yang dikoordinasi Yayasan Tileng Belanda menampilkan tari Lengger Bule dalam Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, sebagai bagian pertukaran budaya dengan masyarakat setempat.
Koordinator Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng) Tekad Santoso mengatakan 12 sukarelawan asal Belgia yang terdiri atas sembilan siswa dan tiga guru mengikuti pertunjukan tersebut di sela kegiatan sukarela mengecat Sekolah Dasar Negeri 2 Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Banyumas.
"Mereka datang bukan hanya bekerja, juga berwisata dan belajar budaya Banyumas," kata dia yang juga pelaku wisata Baturraden.
Menurut dia, para sukarelawan tertarik mengikuti tari lengger setelah mengetahui Festival dan Grebeg Suran Baturraden digelar bertepatan dengan kunjungan mereka ke Baturraden.
Bahkan, kata dia, para sukarelawan itu rela menjalani proses rias sejak pukul 04.00 WIB dan membiayai sendiri kebutuhan rias agar dapat tampil sebagai penari lengger dalam atraksi yang dikenal sebagai "Lengger Bule".
"Mereka sangat antusias. Pengalaman ini benar-benar luar biasa, karena belum pernah melihat, apalagi merasakan langsung kesenian seperti tari lengger," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan Yayasan Tileng mendatangkan sukarelawan dari Eropa sejak 2017, namun program tersebut sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 sebelum kembali berjalan pada 2022-2023 hingga sekarang.