Para peneliti mengukur penanda biologis, termasuk p53, protein yang berkaitan dengan kerusakan DNA, dan menemukan bukti adanya dampak merugikan pada tingkat yang lebih rendah daripada tingkat yang memicu kemerahan pada kulit.
Profesor David Whiteman dari QIMR Berghofer, salah satu pemimpin penelitian ini, mengatakan bahwa paparan level rendah berulang dapat "memiliki dampak kumulatif pada kulit dan dapat menyebabkan mutasi yang akan memicu kanker kulit."
Para peneliti menekankan bahwa sinar matahari tetap penting untuk memperoleh vitamin D dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun, mereka mengatakan bahwa langkah perlindungan dari sinar matahari perlu diterapkan secara lebih konsisten, bahkan saat paparan berlangsung singkat atau intensitasnya rendah.
sumber: Xinhua News