Sebagai respons, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap Kilang Minyak Volgograd pada Rabu malam (11/2). Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengonfirmasi terjadinya kebakaran besar di fasilitas milik perusahaan energi Lukoil tersebut.
Kilang Volgograd disebut memiliki kapasitas produksi sekitar 14,5 juta ton per tahun dan menjadi salah satu pemasok bahan bakar bagi militer Rusia.
Media Rusia melaporkan kobaran api terlihat di Distrik Krasnoarmeysky, sementara Gubernur Volgograd Andrey Bocharov membenarkan adanya serangan drone.
Ukraina menyatakan fasilitas tersebut sebelumnya telah beberapa kali menjadi target dalam dua tahun terakhir karena memproduksi bahan bakar penerbangan dan solar untuk kendaraan militer.
Selain di Volgograd, Ukraina juga melaporkan serangan terhadap depot bahan bakar di Krimea dekat desa Lobanove, gudang logistik di Zaporizhzhia, serta sistem pertahanan udara Osa dan Tor di wilayah Donetsk dan Kherson.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya mengklaim telah menghantam 141 sasaran militer Ukraina dan menembak jatuh 458 drone dalam 24 jam terakhir.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, militer Ukraina menyebutkan adanya kemajuan taktis di sektor Zaporizhzhia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa (10/2/2026) mengumumkan restrukturisasi besar sistem pertahanan udara negaranya.