CARAPANDANG – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai bahwa serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus dengan menyiram air keras bukanlah tindak kriminal biasa.
Menurutnya serangan tersebut direncana sangat rapi. Dan ini merupakan sinyal bahwa ada upaya untuk membungkam suara kritis yang disuarakan oleh rakyat.
“Rekaman CCTV menunjukkan serangan yang terencana, mengakibatkan luka bakar serius hingga 24 persen pada tubuh korban. Insiden ini ditengarai bukan sekadar kriminal biasa, melainkan sinyal bahaya bagi ruang demokrasi,” katanya di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Dia juga mengatakan bahwa tindakan tersebut juga aksi barbar yang bertentangan dengan prinsip negara hukum serta mengancam fondasi demokrasi Indonesia.