CARAPANDANG.COM- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera membuka Selat Hormuz, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Adapun seruan tersebut disampaikan Sekjen PBB dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim yang berlangsung juga pada Senin.
"Sekjen Guterres mendesak semua pihak agar membuka Selat Hormuz, kemudian mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas, kata beliau," ucap Dujarric kepada wartawan.
Sekjen PBB memperingatkan bahwa pelayaran komersial kini justru dijadikan pion untuk memberi tekanan kepada pihak lain, sehingga kebebasan dan hak maritim yang fundamental terkikis, tutur sang juru bicara.
Dujarric mengatakan bahwa Sekjen PBB turut memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz saat ini telah mengakibatkan gangguan rantai pasok terburuk sejak pandemi COVID-19 dan konflik di Ukraina.
"Gangguan berkepanjangan berisiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan, kata Sekjen Guterres," demikian Dujarric.
Angkatan Laut AS pada 13 April mulai memblokade lalu lintas pelayaran yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi untuk 20 persen pasokan minyak mentah, produk minyak, dan LNG global.