Beranda Sejarah Sejarah "Menara Keheningan" Tempat Jenazah Para Zoroastrian Dibiarkan Untuk Disantap Burung

Sejarah "Menara Keheningan" Tempat Jenazah Para Zoroastrian Dibiarkan Untuk Disantap Burung

Praktik ini didasari keyakinan bahwa tanah dan api adalah unsur suci yang tidak boleh dinodai oleh jenazah yang dianggap tidak murni.

0
Tangkapan layar Menara Keheningan

Saat ini, ritual ini masih dipraktikkan secara terbatas di India oleh komunitas Parsi, yang merupakan populasi Zoroastrian terbesar di dunia.

Di Mumbai, misalnya, kompleks Doongerwadi di atas bukit masih berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ritual ini.

Namun, tradisi ini terus menuai perdebatan bahkan di kalangan internal komunitas Parsi sendiri, terutama terkait kelestarian populasi burung nasar yang kian menurun.

Di wilayah Yazd dan Kerman, Iran, pengunjung masih dapat melihat bangunan-bangunan dakhma bersejarah yang kini menjadi objek wisata. Menara-menara tersebut berdiri sebagai saksi bisu tradisi kuno yang pernah berlangsung selama ribuan tahun.

Di sebelahnya, terdapat pemakaman Zoroastrian modern di mana jenazah dikubur dalam lapisan semen untuk mencegah kontak langsung dengan tanah, sebagai bentuk adaptasi terhadap aturan modern tanpa sepenuhnya meninggalkan prinsip keyakinan.

Filosofi di balik Menara Keheningan mencerminkan pandangan mendalam Zoroastrianisme tentang hubungan manusia dengan alam. Bagi penganutnya, menjaga kesucian bumi dan api adalah kewajiban spiritual yang harus ditegakkan bahkan setelah kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait