Durov hingga kini belum mengeluarkan pernyataan terbaru terkait penyelidikan tersebut. Namun, setelah pemblokiran Telegram, ia meyakini bahwa Rusia membatasi akses ke aplikasi itu untuk memaksa warganya menggunakan aplikasi yang dikendalikan negara tersebut dan dirancang untuk pengawasan serta sensor politik.
Durov yang lahir di Rusia juga merupakan salah satu pendiri jejaring sosial VK. Ia meninggalkan Rusia setelah mendapat tekanan dari Rusia untuk menjual kepemilikannya di perusahaan tersebut.