Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (9/4) mengumumkan gencatan senjata Paskah Ortodoks dengan Ukraina mulai Sabtu pukul 16.00 waktu setempat hingga penghujung Minggu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu mengatakan Ukraina bermaksud mematuhi gencatan senjata dan akan membalas "dengan setimpal." Dia menambahkan bahwa kemungkinan untuk memperpanjang gencatan senjata hingga setelah Paskah telah disampaikan kepada pihak Rusia.
Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi milik pemerintah yang dirilis pada Minggu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan Rusia akan melanjutkan operasi militer khususnya setelah gencatan senjata berakhir, kecuali jika Zelensky "mengumpulkan keberanian" untuk berdamai.
Paskah Ortodoks merupakan salah satu hari raya keagamaan paling penting bagi umat Kristen Ortodoks Timur. Gencatan senjata Paskah serupa yang diumumkan tahun lalu juga diwarnai aksi saling tuding antara kedua belah pihak terkait pelanggaran, dan gencatan senjata tersebut tidak diperpanjang setelah masa berlakunya berakhir.