Beranda Ekonomi Rupiah Melemah 0,14% Posisi Rp17.850/US$

Rupiah Melemah 0,14% Posisi Rp17.850/US$

Rupiah terdepresiasi ke level Rp17.850/US$ atau melemah sebesar 0,14%

0
Rupiah

Meski demikian, penguatan dolar AS masih tertahan oleh perkembangan positif dalam negosiasi Amerika Serikat dan Iran.

Di Swiss, perundingan tingkat tinggi AS-Iran disebut berakhir cukup positif meskipun sempat diwarnai sejumlah gangguan. Sebelumnya, AS dan Iran telah menandatangani memorandum of understanding berisi 14 poin, termasuk komitmen untuk menjalankan masa gencatan senjata selama 60 hari guna membahas jalan keluar konflik.

Sebagai bagian dari kesepakatan awal, AS sepakat mencabut blokade laut terhadap Iran. Sementara itu, Iran kembali membuka Selat Hormuz. Meredanya kekhawatiran pasokan membuat harga minyak turun, sehingga tekanan inflasi ikut mereda dan menahan penguatan dolar AS lebih lanjut.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penerbitan Panda Bond akan turut memperkuat nilai tukar rupiah ke depan. Hal ini karena skema penerbitannya akan menggunakan Local Currency Transaction (LCT), sehingga tidak memerlukan konversi ke dolar AS.

"Saya lagi pikir juga mungkin nanti penerbitan Panda Bond kita pakai LCT saja di mana mereka cuma bayarnya pakai yuan, bank central di sana sama di sini atur, pokoknya saya terima rupiah, jadi saya tidak terpengaruh fluktuasi atau tekanan dari dolar," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (22/6/2026). Dilansir cnbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait