Beranda Internasional Royal Navy Pimpin Koalisi Multinasional, Misi Buka Selat Hormuz

Royal Navy Pimpin Koalisi Multinasional, Misi Buka Selat Hormuz

Inggris akan mengerahkan sistem otonom pencari ranjau canggih dalam operasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Prancis tersebut.

0
Selat Hormuz

Koalisi ini dibentuk menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Akibat ketegangan tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz—rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global—berhenti total sejak awal Maret.

Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintasi selat tersebut setiap hari, dan gangguan ini telah mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump dalam pembicaraan telepon baru-baru ini sepakat bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sangat penting untuk menstabilkan pasar energi global.

The Times melaporkan bahwa perencana militer Inggris saat ini berada di Florida mendukung Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam mengembangkan strategi pembukaan selat tersebut.

Sementara itu, Inggris juga mengusulkan pelaksanaan konferensi tingkat tinggi (KTT) khusus untuk membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz. London ingin memfasilitasi pembentukan koalisi untuk membuka jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz dan memberikan jaminan tersebut kepada kapal dagang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait