Berbagai respons positif dari negara-negara sahabat ini berbanding terbalik dengan ancaman yang dilayangkan oleh pejabat tinggi AS dan Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan ketidaksetujuannya terhadap terpilihnya Mojtaba Khamenei, bahkan ia mengeluarkan ancaman.
"Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," tegas Trump.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga secara terang-terangan menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru akan menjadi target eliminasi.
Pelantikan Mojtaba Khamenei terjadi di saat Iran berada dalam kondisi perang terbuka dengan Israel dan AS, menyusul serangan balasan atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi militer dan sipil Iran lainnya.