Seorang asing (perantau) tentu akan sangat fokus pada apa saja yang bermanfaat baginya. Ia menjauhkan diri dari persaingan duniawi dengan penduduk asli negeri tersebut -pecinta dunia-, serta tidak akan ada rasa dengki atau iri di hatinya terhadap siapa pun.
Keadaan orang asing adalah selalu rindu untuk pulang ke rumah dan keluarganya, senantiasa bersiap untuk pergi, dan tidak memiliki ambisi kecuali pada hal-hal yang dapat membantunya kembali pulang. Ia ibarat musafir yang meringankan beban bawaan dunianya dan hanya fokus pada bekal yang bisa menyampaikannya ke kampung halaman. Allah Ta’ala berfirman:
'Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.' (QS. Al-Baqarah: 197)."
Moderasi: Mengejar Akhirat Tanpa Melupakan Dunia
Islam tidak mengajarkan penganutnya untuk meninggalkan dunia secara total. Sebaliknya, Islam memerintahkan keseimbangan (tawazun). Dunia adalah ladang (sarana), sedangkan akhirat adalah lumbung (tujuan).
Oleh karena itu, keseimbangan sangatlah diperlukan. Hendaknya manusia bersungguh-sungguh mengejar akhiratnya tanpa melupakan bagian urusan dunianya, sebagaimana firman Allah Ta’ala: