"Ketika kita buka ruangannya ternyata berisi senjata dan ada narkobanya," ujar Hermawanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Pihak yayasan juga mengungkapkan adanya satu ruangan lain di dalam sekolah yang menyerupai bunker dan masih terkunci.
Mereka meminta bantuan kepolisian untuk membukanya guna memastikan tidak ada lagi barang berbahaya yang tersimpan di lingkungan pendidikan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengklaim bahwa 995 airsoft gun yang ditemukan adalah milik perusahaannya yang berizin resmi dari Polri untuk keperluan ekstrakurikuler menembak.
Namun, ia menyatakan barang-barang tersebut sebagian besar sudah tidak dapat digunakan dan berada di gudang yang telah dikuasai pihak lain sejak April 2026.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membenarkan adanya laporan dan temuan tersebut.
Ia memastikan seluruh barang bukti telah disita dan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk mengusut asal-usul serta kepemilikan barang-barang tersebut.