Beranda Internasional Ratusan Ribu Masyarakat AS Lakukan Protes pada Trump, Tegaskan "No Kings"

Ratusan Ribu Masyarakat AS Lakukan Protes pada Trump, Tegaskan "No Kings"

0
Aksi demo di Amerika Serikat (Kumparan)

CARAPANDANG - Jutaan warga Amerika Serikat turun ke jalan dalam gelombang demonstrasi nasional bertajuk "No Kings" (Tanpa Raja) pada Sabtu (28/3) waktu setempat. Aksi protes yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah modern AS ini menyasar kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump, mulai dari perang melawan Iran hingga penegakan hukum imigrasi yang dinilai otoriter.

Para penyelenggara aksi memproklamirkan bahwa lebih dari 3.100 titik demonstrasi digelar di seluruh 50 negara bagian, dengan jumlah peserta mencapai 8 hingga 9 juta orang. Angka ini melampaui rekor sebelumnya pada Oktober 2025 yang hanya mencatatkan 7 juta peserta.

"Trump ingin memerintah kita sebagai seorang tiran. Namun ini adalah Amerika, kekuasaan adalah milik rakyat, bukan milik calon raja atau kroni miliarder mereka," demikian pernyataan para penyelenggara seperti dikutip dari Kompas.id.

Di jantung kota New York, sekitar 350.000 orang memadati kawasan Midtown Manhattan. Massa berjalan sejauh sepuluh blok dengan meneriakkan yel-yel "No War, No ICE, No Kings" (Tidak untuk Perang, Tidak untuk Imigrasi, Tidak untuk Raja).

Polisi setempat mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya aksi.

Sementara itu di Washington D.C., ribuan demonstran melintasi Jembatan Arlington menuju Lincoln Memorial. Banyak di antara mereka membawa spanduk bertuliskan "Trump Harus Mundur Sekarang!" dan "Lawan Fasisme".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait