Pasar Eurasia kini menjadi salah satu tujuan ekspor yang semakin menjanjikan bagi industri Indonesia. Perubahan dinamika pasar di Rusia dalam beberapa tahun terakhir membuka ruang yang lebih luas bagi produk-produk berkualitas dari negara mitra. Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan berlakunya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang memberikan tarif preferensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk tekstil, furnitur, dan kerajinan.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menilai kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku industri nasional. "Produk manufaktur khusus Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditiru karena memadukan identitas budaya yang kuat, keterampilan yang diwariskan lintas generasi, serta kemampuan produksi yang terus berkembang mengikuti standar pasar global. INNOPROM 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan tersebut sekaligus membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan di kawasan Eurasia," jelasnya.