"Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham, kalau ada salah persepsi, kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka," katanya.
Presiden menjelaskan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan Indonesia dan Singapura. Pemerintah Indonesia juga telah menunjuk BPI Danantara untuk mengimplementasikan perdagangan listrik lintas batas sebagai bagian dari penguatan kerja sama energi.
Selain itu, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi di bidang ekonomi digital, keamanan siber, ketahanan pangan, rantai pasok, serta implementasi perjanjian kerja sama pertahanan.
"Di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok. Di bidang pertahanan dan keamanan kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan kemitraan Indonesia dan Singapura tidak hanya dibangun melalui hubungan antarpemerintah, tetapi juga antarmasyarakat. Oleh sebab itu, penguatan konektivitas, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama antargenerasi muda menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan kedua negara.